LIPUTAN

Sabtu, 23 Oktober 2010

KIAT MENGAJUKAN PINJAMAN KE BANK

KIAT MENGAJUKAN PINJAMAN KE BANK
Banyak cara meminjam modal dari Bank, salah satunya adalah seperti cara di bawah ini sebagaimana yang disarankan kepada Pak M Ayub seorang agen koran dan majalah.

Dari Pak M Ayub, Jakarta Selatan
Saat ini Saya membuka usaha agen kecil-kecilan koran dan majalah. Untungnya lumayan.  Dalam sebulan di luar membiayai kegiatan operasional dan juga membayar 2 karyawan, Saya bisa mengumpulkan pendapatan bersih sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta.  Saya telah menjalankan usaha ini sekitar 1,5 tahun.  Karena perkembangan yang cukup bagus,  Saya ingin lebih membesarkan bisnis tersebut. Namun terus terang terkendala oleh masalah permodalan.  Jangankan untuk meminjam kredit yang khusus untuk UMKM, permohonan KTA yang pernah diajukan untuk kepentingan usaha ditolak dengan alasan tidak ada slip gaji.   Apakah masih ada kesempatan untuk Saya mendapatkan permodalan melalui bank?  Jika ada, di mana dan apa saja kira-kira yang harus dipersiapkan?
Terima kasih.
Kepada Pak Ayub di Jakarta Selatan dan para pengusaha mikro dan kecil di Indonesia
Saya ucapkan selamat, Bapak yang dapat memperoleh keuntungan bersih (Rp. 2 juta s/d Rp.2,5 juta per bulan) yang lumayan besar, apalagi sudah dikurangi biaya operasional dan upah 2 karyawan. Artinya keuntungan bersih Rp. 100 ribu per hari. Hal yang sangat bagus sekali.  Sekali lagi saya ucapkan selamat dan saya doakan bisa lebih maju lagi.
Mengenai pemasalahan yang Bapak sampaikan, yaitu masalah permodalan. Memang menjadi masalah klasik bagi para pelaku UMK (Usaha Mikro dan Kecil).  Banyak sekali saya mendengar kendala yang dihadapi UMK dalam mendapatkan modal, apalagi melalui Bank.
Menurut pendapat saya, Pak Ayub lebih baik menghubungi bank terdekat yang punya program untuk usaha UKM. Saat ini banyak sekali bank yang punya program UMK, seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) Sebaiknya menghindari kredit semacam KTA (kredit tanpa agunan) karena biasanya KTA diperuntukan kepada karyawan untuk konsumtif namun beban bunga tinggi.
Untuk sukses memperoleh pinjaman dari bank (kredit dari bank konvensional atau pembiayaan dari bank syariah) secara garis besar ada dua syarat yang Bapak siapkan.
Pertama, syarat-syarat administratif , seperti identitas diri (pas photo diri ukuran 3 cm x 4 cm, dan foto copy salah satu identitas diri: KTP atau SIM atau Paspor, Kartu Keluarga, Surat Nikah, dll) kemudian dilampiri   ijin-ijin usaha yang dimiliki (bila sudah ada, seperti NPWP, dll). Ada baiknya juga dilampirkan pula (bila ada) foto copy buku-buku rekening tabungan di bank, terserah di bank manapun boleh. Lebih bagus lagi kalau dilampirkan pula (bila ada) foto copy kepemilikan aset/harta (sertifikat tanah atau rumah, BPKB mobil atau motor atau lainnya). Semua syarat administratif tersebut sebaiknya dipersiapkan dahulu sebelum bermitra dengan bank. Karena bank senang apabila usahanya punya administrasi yang baik.
Kedua, gambaran usaha selama ini dan rencana usaha ke depan Gambaran usaha mengenai kondisi internal usaha, seperti keuangan. Mengenai keuangan yang menyangkut laporan laba rugi dan laporan neraca. Kami yakin Pak Ayub pasti bisa membuat laporan Laba/Rugi, buktinya Bapak bisa menghitung keuntungan bersih Rp. 2 juta s/d RP. 2,5 juta per bulan. Buatlah laporan keuangan (Laba Rugi) secara sederhana. Prinsipnya seperti ini: Total penjualan satu bulan – dikurangi harga beli koran/majalah = laba kotor, kemudian dikurangi biaya-biaya (operasional : upah, tranport, dll) = laba bersih. Sederhana kan, Pak. Setelah itu susun neraca keuangan secara sederhana.
Jumlah penjualan koran & majalah (dalam satu bulan)
Rp.
Harga Pembelian (koran dan majalah)
Rp.
          Laba Kotor
Rp.
Biaya – Biaya Operasional
Rp.
Biaya Bunga Bank & Pajak (bila ada)  
Rp.
         Laba Bersih
Rp.
Neraca keuangan terdiri dari sisi kiri (harta) dan sisi kanan (kewajiban + modal). Sisi kiri (harta) terdiri dari harta lancar (kas tunai, kas di bank, piutang pihak lain dan barang/koran/majalah persediaan) serta harta tetap (berupa tanah, bangunan, dan harta bergerak lainnya). Kemudian baru susun neraca sisi kanan, jumlah kewajiban/pinjaman usaha (bila ada) + modal yang ditanamkan untuk usaha tersebut + Laba/Rugi dari laporan laba rugi. Jumlah sisi kiri dan sisi kanan harus sama ya Pak Ayub. Bentuk neraca keuangan sederhana adalah seperti contoh di bawah ini.
Aktiva
Pasiva
Harta lancar
-  Kas
-  Bank
-  Piutang
-  Persediaan
 Jumlah Harta Lancar

Rp.
Rp.
Rp.
Rp. . . .. .
Rp.
Kewajiban
-   Hutang jk pendek
-   Hutang jk panjang


Jumlah Kewjiban

Rp.
Rp.


Rp.
Harta tetap
-   Tanah
-   Bangunan
-   Mobil
-   Motor
-   Dll
 Jumlah harta tetap

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp. .  . . .
Rp.
Modal
-     Sendiri
-     Pihak lain
-     dll
          Jumlah Modal

Laba/Rugi berjalan

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.
Total Aktiva
Rp.
Total Pasiva
Rp.
Selain laporan laba/rugi dan neraca usaha, Bapak perlu melampirkan bukti-bukti transaksi usaha (fotocopykan saja bukti bukti tersebut).
Terakhir, Pak Ayub harus menyusun rencana usaha ke depan . Berkaitan dengan jumlah tambahan modal (kredit atau pembiayaan) yang dibutuhkan dari bank.  Pada rencana usaha ke depan, sebutkan jumlah peningkatan penjualan (koran dan majalah) yang ditargetkan (2 kali atau 3 kali lipat dari jumlah saat ini).  Setelah itu Pak Ayub susun proyeksi laba/rugi dan neracanya.   
Selesai semuanya, baru bawa ke bank. Ada 2 jenis bank saat ini, bank konvensional (istilah pinjaman ‘kredit) dan bank syariah (istilah pinjaman ‘pembiayaan). Perbedaan antara kedua bank tersebut akan saya jelaskan pada kesempatan yang lain. Ikuti apa maunya bank itu, karena antara satu bank dengan bank yang lain akan punya ketentuan yang berbeda.  Bapak harus sabar, pada prinsipnya bank butuh mitra usaha, hanya saja mereka (bank) perlu hati-hati, karena dana mereka berasal dari masyarakat juga, yang harus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab.
Demikian Pak Ayub, mohon maaf kalau Bapak belum puas, Insya Allah akan saya bantu dilain kesempatan. Bpk hubungi kami melalui telpon atau berkunjung ke Mal UKM Center di Waduk Melati Tanah Abang. Selamat & sukses untuk Bapak!
Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar